Jalan – jalan yang biasa padat merayap, sore itu agak lengang maklum abis turun hujan.Siang itu aku bersama istri dan anak sedang menghabiskan weekend bersama. Maklumlah kami sebagai orang tua harus bekerja berdua, kalau hanya mengandalkan gaji saya seorang kayaknya gak cukup, apalagi anak saya sudah mulai sekolah. Pilihan untuk liburan ini saya putuskan ke daerah kota tua dekat stasiun beos.
Dengan naik angkot ke cikini dilanjutkan naik kereta jurusan stasiun kota akhirnya sampai juga kami disana. Hemat meriah, sambil jalan-jalan kemuseum Fatahillah akhirnya kami istirahat di taman kota. Sudah dua kali kami bersama keluarga kesini. Kenangan bersama istri ditempat ini sangat terasa sekali, maklumlah karena waktu itu kami masih kuliah bersama dan kampus kami bersebrangan dengan museum ini.
Dengan menyewa seharga RP 20.000,-/jam anda sudah dapat menikmati sepeda ontel keliling sekitar kota tua, atau ingin mencoba jajanan khas kaki limanya. Dimuseum juga menjual souvenir-souvenir untuk oleh-oleh pulang.
Ketika menjelang kami sore kami putuskan untuk pulang, maklumlah kehidupan malam disana mulai terlihat,,,,,,,,,,,ada anak-anak gak baik.
Pak…..pak………sepedanya pulangin dulu………tukangnya nyariin….tuh.

sewa onthel

My spirit

Halaman Museum Fatahillah

Terowongan BEOS